Kamis, 10 Agustus 2017

CONTOH PTK IPS SD KELAS 3 III LENGKAP DOC

CONTOH PTK IPS SD KELAS 3 III LENGKAP DOC-Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dapat langsung Anda download ptk sebagai referensi atau contoh penyusunan PTK IPS. Namun demikian, banyak penyedia contoh ptk memberikan link download PTK IPS SD yang membingungkan dan pada akhirnya Anda hanya di bikin berputar-putar dengan tujuan meng-klik iklan.

Beruntung lah bagi Anda menemukan blog ini, Anda berada pada tempat yang tepat. Kami menyediakan contoh ptk dengan judul-judul yang dapat Anda jadikan rujukan dalam membuat penelitian tindakan kelas (contoh PTK), terutama bagi anda guru sekolah dasar (SD) atau MI. Jadi, Anda dapat mengunduh file-nya  PTK dalam bentuk Doc document, ptk ini lengkap dari cover sampai lampiran (bukan sekedar abstrak saja).

Menyusun penelitian tindakan kelas (PTK) pada saat ini merupakan sebuah keharusan untuk dilakukan oleh guru. Kali ini, kami mengkompilasi judul-judul PTK yang dapat dijadikan inspirasi untuk membuat PTK. Bagi Anda Guru SD atau MI, khusunya mapel IPS SD semester 1 dan semester 2 contoh PTK dapat Anda download pada tautan di bawah. download contoh proposal ptk sd

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel ilmu pengetahuan sosial yang diberi judul Penggunaan Media Gambar dan Penerapan Metode Kerja Kelompok untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas III SD pada Pembelajara IPS Kompetensi dasar mengenal jenis-jenis Pekerjaan”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK IPS Kelas III SD lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 075 SD).



PTK SD KELAS 3

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Seorang guru adalah figur yang menempati posisi penting dalam dunia pendidikan. Dilihat dari sinilah betapa pentingnya peran seorang guru dalam proses pembelajaran. ptk sd kelas 4 IPS Walaupun memang prestasi anak didik dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu buku pelajaran, proses pendidikan, serta penggunaan metode yang tepat, namun peran guru masih sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran karena gurulah yang merancang strategi pembelajaran, ptk ips sd kelas 4 lengkap pendekatan yang digunakan, metode yang diterapkan, media pembelajaran yang dipilih, teknik yang digunakan dan evaluasi yang dirancang. 

Disamping menentukan strategi pembelajaran yang tepat, guru harus mengenal dan mengetahui juga bahwa pada dasarnya siswa memiliki minat (sense of interest) dan dorongan ingin melihat kenyataan (sense of reality). Demikian pula karena dalam mata pelajaran IPS memuat banyak informasi, maka guru harus dapat mengembangkan kedua potensi siswa tersebut. Dalam mengembangkannya, guru dituntut untuk memiliki kreativitas dan dalam mengaktualisasikan kompetensinya terutama untuk mengidentifikasi, menyeleksi dan menentukan sumber belajar yang menunjang proses pembelajaran.
Realita yang terjadi saat membelajarkan IPS, banyak guru yang hanya berceramah di depan kelas dengan sebatang kapur di tangan untuk menjelaskan materi pelajaran yang kompleks tanpa menggunakan media pembelajaran. ptk sd kelas 6 doc Hal ini mengakibatkan guru kurang dapat memberikan deskripsi yang jelas mengenai materi yang diajarkan sehingga siswa menjadi kurang termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.

Demikian pula dalam menerapkan metode pembelajaran, seringkali guru memaksakan suatu metode tertentu untuk membelajarkan materi yang sebenarnya kurang tepat dan bahkan mungkin tidak sesuai sama sekali. contoh ptk sd kelas 4 IPS Hal inilah membutuhkan kejelian seorang guru untuk memilih dan menentukan metode yang tepat dengan materi yang dibelajarkan karena pada dasarnya metode adalah cara yang sistematis untuk mempermudah siswa memahami materi pembelajaran.

Ulih Bukit Karo Karo, dalam Prasetyo (2002:29) menyatakan bahwa: ”Metode adalah suatu cara penyajian pelajaran dimana guru menugaskan pelajar atau kelompok pelajar melaksanakan percakapan ilmiah untuk mencari kebenaran. ptk sd kelas 4 IPS Dalam memilih metode dapat diterapkan banyak metode yang bervariasi, seperti diskusi, tanya jawab, eksperimen, kerja kelompok atau metode lain yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari. Dengan adanya variasi pergantian metode siswa merasa tidak bosan dan motivasi untuk mengikuti proses pembelajaran tidak menurun”.


CONTOH PTK SD KELAS 3 LENGKAP

Seperti dikemukakan sebelumnya jika guru hanya monoton ceramah dan tanpa menggunakan media belajar dipastikan siswa akan merasa bosan dan kurang termotivasi. ptk kelas 4 lengkap Dengan kurang termotivasinya siswa mengikuti proses pembelajaran, mengakibatkan kurangnya pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi  pembelajaran, sehingga proses pembelajaran tidak berjalan dengan baik dan hasil belajar yang dicapai siswa pun tidak menunjukkan kriteria keberhasilan. ptk ips kelas 6 semester 1

Ketidakberhasilan proses pembelajaran juga dialami oleh peneliti. Ketika melaksanakan proses pembelajaran IPS kompetensi dasar mengenal jenis- jenis pekerjaan pada siswa kelas III semester 2 di SD, Kabupaten Grobogan menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. contoh ptk ips kelas 4 semester 2. Hal ini ditunjukkan dari hasil tes formatif, yakni dari 46 siswa yang memperoleh nilai tuntas atau nilai ≥ KKM (65) hanya 16 orang atau tingkat tuntas klasikal hanya 35%. Dengan demikian pembelajaran pada kompetensi dasar tersebut tidak berhasil karena pembelajaran dikatakan berhasil jika kriteria keberhasilan mencapai ≥ 60%.

Melihat kenyataan tersebut, peneliti bekerja sama dengan teman sejawat dan berkonsultasi dengan supervisor di dalam mengidentifikasi beberapa permasalahan yang melatarbelakangi tidak berhasilnya proses pembelajaran tersebut. download ptk sd word Pada akhirnya peneliti dapat mengambil langkah pemecahan masalah yang akan dipergunakan dalam perbaikan pembelajaran.

1. Identifikasi Masalah
Dengan  melihat hasil belajar yang dicapai oleh siswa seperti di atas, peneliti meminta bantuan dari teman sejawat untuk membantu mengidentifikasi beberapa masalah yang muncul pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. ptk sd kelas 4 semester 2 Dari hasil diskusi dengan teman sejawat ditemukan beberapa masalah sebagai berikut:
a. Siswa masih belum dapat mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar siswa yang menghasilkan barang dan jasa dengan baik.
b. Perhatian siswa terhadap materi yang disampaikan guru masih kurang.
c. Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran masih kurang.
d. Masih banyak siswa yang berbicara sendiri dengan temannya saat berlangsungnya proses pembelajaran. ptk kelas 6 document

2. Analisis Masalah
Dengan melihat permasalahan yang terjadi saat berlangsungnya proses pembelajaran, peneliti melakukan refleksi diri dan berdiskusi dengan teman sejawat serta bekonsultasi dengan pembimbing sehingga dapat dianalisis bahwa penyebab rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran IPS mengenai kompetensi dasar mengidentifikasi benua-benua adalah sebagai berikut:
a. Guru terlalu dominan menggunakan metode ceramah. contoh ptk sd kelas 5
b. Dalam menjelaskan, guru tidak menggunakan media satupun.
c. Guru kurang mengajak seluruh siswa secara interaktif dalam tanya jawab.
d. Metode yang diterapkan guru belum sepenuhnya mengaktifkan siswa.
e. Perhatian guru belum tertuju kepada seluruh siswa. contoh penelitian tindakan kelas ips


DOWNLOAD CONTOH PTK SD KELAS 3 DOC

A. Perumusan Masalah
Dengan melihat beberapa uraian masalah seperti tersebut di atas, perumusan masalah yang menjadi fokus perbaikan adalah sebagai berikut: ”Bagaimanakah penggunaan media gambar dan penerapan metode kerja kelompok dalam meningkatkan pemahaman siswa  kelas III SD N 5 Tuko Kec. Pulokulon Kab. Grobogan tahun ajaran 2008/2009 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kompetensi dasar mengenal jenis- jenis pekerjaan?” ptk sd kelas 5 ips

B. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin  dicapai dari penelitian ini, yaitu:
1. Mendeskripsikan penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengenal jenis- jenis pekerjaan. ptk sd kelas 5 pdf 
2. Mendeskripsikan penerapan metode kerja kelompok dalam proses pembelajaran terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengenal jenis- jenis pekerjaan.
3. Menganalisis dampak penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengenal jenis- jenis pekerjaan.
4. Menganalisis dampak penerapan metode kerja kelompok dalam proses pembelajaran terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengenal jenis- jenis pekerjaan.
C. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:
1. Bagi Guru
Dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Perbaikan ini akan menimbulkan rasa puas pada guru karena ia sudah melakukan sesuatu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dikelolanya. contoh ptk sd kelas 5 kurikulum 2013 Selain itu dengan melakukan penelitian ini guru dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya.
2. Bagi Siswa 
Penelitian tindakan kelas ini bukan hanya penelitian untuk memperoleh data tentang suatu objek, tetapi juga untuk memperbaiki belajar siswa. Dengan adanya penelitian ini, kekurangan yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran akan dapat diidentifikasi sehingga dapat dianalisis penyebabnya. Dengan diketahui penyebabnya akhirnya proses belajar siswa dapat berlangsung secara efektif ptk sd kelas 5 doc.
3. Bagi Sekolah
Penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah yang tercermin dari peningkatan kemampuan profesional para guru dan peningkatan hasil belajar siswa. ptk ips sd kelas 5 semester 2 Selain itu dapat meningkatkan konduksifnya iklim pendidikan di sekolah.


Terima kasih telah berkunjung di blog kami yang membahas Download Contoh PTK IPS SD Kelas 3 III Lengkap Doc. Semoga PTK IPS ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.

Rabu, 09 Agustus 2017

PTK SD MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS KELAS V

PTK SD MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS KELAS V-Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah: “PTK SD IPS untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS konsep materi yang digunakan dalam judul PTK SD adalah keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia download PTK SD ini diterapkan pada siswa SD kelas V semester genap, dengan metode diskusi dan kerja kelompok”

Referensi PTK IPS SD kali ini mengambil lokasi di SD Negeri. Contoh Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan pada semester genap 2017. Subjek dalam penelitian tindakan kelas  adalah siswa kelas V SD yang berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data PTK word document dan pdf dengan observasi, dokumentasi serta wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif. Prosedur PTK IPS SD lengkap dengan menggunakan metode diskusi terdiri dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.

Hasil dari judul PTK SD adalah diadakannya upaya perbaikan pembelajaran dengan siklus I dan siklus II  telah membawa perubahan yaitu meningkatnya prestasi belajar siswa. Judul-judul PTK SD Ilmu pengetahuan Sosial. Adapun hasil yang dicapai adalah: Penguasaan materi mata pelajaran IPS SD kelas IV atau V sebelum diadakan perbaikan sebesar  13,3 % atau  siswa; pada siklus I siswa yang menguasai materi adalah  53,3 % atau  8 siswa; dan pada siklus II siswa yang menguasai materi 100 % sebanyak  15 siswa. Dapat disimpulkan disini bahwa pada siklus II semua siswa telah tuntas  dalam pembelajaran IPS pada konsep Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel ilmu pengetahuan sosial yang diberi judul  Pembelajaran Melalui Metode Diskusi dan Kerja Kelompok sebagai usaha Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas V SD”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK IPS Kelas V SD lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 026 SD).

DOWNLOAD PTK IPS MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR

BAB I
PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang Masalah 
Pendidikan adalah usaha sadar dan berencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagaman, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (Undang-undang No. 23 Tahun 2003).

Pendidikan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia. Menciptakan manusia yang cerdas dan maju perlu diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan. Mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu guru. Kunci keberhasilan pelaksanaan sangat ditentukan oleh faktor guru sebagai pengelola kegiatan pembelajaran. Proses belajar mengajar akan optimal apabila guru mampu merencanakan pelaksanaan sampai evaluasi. Menurut Suryo Subroto (1997 : 19) proses belajar mengajar meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai dengan evaluasi dan program tindak lanjut. Pernyataan tersebut mengandung makna bahwa pembelajaran tidak terlepas dari evaluasi. 

PTK SD Lengkap

IPS sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya di samping aspek nilai dan moral banyak memuat materi sosial dan bersifat hafalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk hafalan. Sifat materi pelajaran IPS tersebut membawa konsekuensi terhadap proses belajar mengajar yang didominasi oleh pendekatan ekspositoris, terutama guru menggunakan metode  ceramah maupun tanya  jawab terjadi dialog imperatif. Padahal dalam proses belajar mengajar keterlibatan siswa secara totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran dan psikomotor (keterampilan, salah satunya sambil menulis). Jadi dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mengajak siswa untuk mendengarkan, menyajikan media yng dapat dilihat, memberi kesempatan untuk menulis dan mengajukan pertanyaan atau tangapan, sehingga terjadi dialog kreatif yang menunjukkan proses belajar mengajar yang interaktif. Situasi belajar ini dapat tercipta melalui penggunaan penggunaan alat peraga yang tepat. Sebagai seorang guru yang professional hendaknya dapat memilih dan menerapkan metode yang efektif agar materi yang dipelajari oleh siswa dapat dIPShami dengan baik serta dapat meningkatkan prestasi belajar. 

Proses belajar mengajar kelas V SD terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dalam materi Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia dalam  ulangan harian tidak ada 50% siswa yang mencapai penguasaan materi. Selama pembelajaran berlangsung siswa tidak termotivasi untuk menerima penjelasan guru karena guru dalam mengajar tidak melibatkan siswa secara aktif, bahkan sering guru memberi pertanyaan pada akhirnya guru sendiri yang menjawab. Hal tersebut terlihat bahwa pelajaran didominasi oleh guru dan penjelasan guru kurang didukung dengan metode yang sesuai dan menarik perhatian siswa.

Contoh judul PTK SD

Pada umumya siswa sekolah dasar kurang berminat terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial karena dianggap sebagai pelajaran yang membosankan karena harus membaca dan menghafalkan materi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti meminta bantuan supervisor untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi dengan supervisor terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu : 
1. Siswa mempunyai anggapan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran yang membosankan untuk dipelajari 
2. Siswa tidak berani bertanya dan cenderung pasif 
3. Pengetahuan dan informasi yang diterima siswa masih sebatas produk hafalan
4. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
5. Guru sering tidak menggunakan metode pembelajaran yang sesuai 
6. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru 


DOWNLOAD CONTOH PTK SD LENGKAP  

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Hasil Belajar
Hasil belajar sering orang menyebutnya prestasi belajar. Menurut Winkel, prestasi adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai (Winkel 1986:162). Mengambil pengertian di atas prestasi dalam PTK ini penulis mengartikan sebagai hasil belajar yang telah dicapai siswa dalam mata pelajaran biologi.  Hasil belajar adalah  angka yang  diperoleh siswa yang telah berhasil menuntaskan konsep konsep mata pelajaran sesuai dengan  kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Begitu juga hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang tetap sebagai hasil proses pembelajaran. Hasil  belajar dapat diklasifikasikan menjadi tiga ranah,  yaitu ranah kognitif  (sekarang Pengetahuan dan Pemahanan Konsep/PPK), afektif, dan psikomotorik.
Menurut B.S. Bloom (Winkel 1986:149) dikemukakan ranah kognitif dibagi menjadi enam bagian dari tingkat terendah sampai tingkat yang tertinggi, yaitu a) pengetahuan (knowledge), b) pemahaman (comprehension), c) aplikasi (aplication), d) analisis (analysis), e) sintesis (syntesis) dan f) evaluasi (evaluation).

CONTOH PTK IPS SD

2. Faktor faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
a. Faktor Bahan atau Hal yang Dipelajari
Bahan atau hal yang dipelajari ikut menentukan bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung, dan bagaimana hasilnya agar dapat sesuai dengan yang diharapkan.
b. Faktor Lingkungan
1) Lingkungan Alami
Lingkungan alami adalah keadaan lingkungan disekitar siswa yang dapat mempengaruhi hasil belajar, seperti temperatur udara dan kelembaban. Belajar dengan udara yang segar akan lebih baik hasilnya darIPSda belajar dalam kondisi pengab dan udara panas.
2) Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial yang baik yang berwujud manusia maupun hal hal lain akan berpengaruh langsung dalam proses dan hasil belajar siswa. Siswa yang sedang belajar memecahkan persoalan dan dibutuhkan ketenangan, dengan kehadiran orang lain yang selalu mondar mandir didekatnya maka siswa tersebut akan terganggu.
3) Faktor instrumental
Faktor instrumental adalah faktor yang ada dan pemanfaatannya telah dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor ini dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirancang, faktor ini dapat berupa :
a) Hardware (perangkat keras) seperti gedung, perlengkapan belajar, alat praktikum.
b) Software (perangkat lunak), perangkat ini berupa kurikulum, program, peraturan dan pedoman pembelajaran.
4) Faktor kondisi individu siswa
a) Kondisi Fisiologis
Kondisi fisiologis sangat berpengaruh terhadap kegiatan pembelajaran seorang siswa. Seorang siswa yang dalam kondisi bugar jasmaninya akan berlainan dengan belajarnya siswa yang dalam keadaan kelelahan. Disamping kondisi fisiologis umum, hal yang tidak kalah penting adalah kondisi panca indra, terutama penglihatan dan pendengaran.
b) Kondisi Psikologis
Kondisi psikologis yang mempengaruhi proses dan hasil belajar antara lain  minat, bakat, kecerdasan, motivasi dan kemampuan kognitif (Suryasubrata 1989:113)

PTK Ips kelas 5 Doc

3. Manfaat Hasil Belajar
Hasil belajar siswa dapat digunakan untuk memotivasi siswa dan memperbaiki serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Agar hasil belajar siswa dapat diterima semua pihak maka hasil belajar harus diperoleh dengan perangkat penilaian yang lengkap dan akurat. Dengan sistem penilaian yang akurat diharapkan dapat mengukur semua  ranah baik kognitif (PPK), afektif, dan psikomotorik.
Adapun hasil belajar siswa dapat bermanfaat untuk :
a. Siswa, meliputi : 1) mengetahui kemajuan hasil belajar siswa, 2) mengetahui konsep-konsep yang belum dikuasai, 3) memotivasi diri untuk belajar lebih baik dan 4) memperbaiki strategi belajar siswa.
b. Orang tua, meliputi : 1) memantau keberhasilan anak dalam belajar,              2) memotivasi anaknya untuk  selalu belajar, 3) membantu sekolah meningkatkan hasil belajar siswa dan 4) membantu sekolah melengkapi fasilitas belajar.
c. Guru dan kepala sekolah, meliputi : 1) mengetahui kelebihan dan kelemahan siswa, 2) mendorong guru untuk mengajar lebih baik, 3) membantu guru untuk melakukan strategi mengajar yang tepat dan 4) mendorong sekolah agar memberi fasilitas belajar yang lebih baik.

4. Metode  Diskusi

a. Pengertian Metode Diskusi
Menurut Martinis Yasmin (2007 : 158) merupakan interaksi antara siswa dan siswa atau siswa dengan guru untuk menganalisis, memecahkan masalah, menggali atau memperdebatkan topic atau permasalahan tertentu.
Sedangkan menurut Hasibuan, J.J.  dan Moedjiono (2000 : 24), Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas atau dipecahkan bersama. Di dalam diskusi ini proses belajar mengajar terjadi, dimana interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah dapat terjadi. Siswa menjadi aktif, tidak hanya pasif sebagai pendengar saja. 

Ptk ips kelas 5 semester 2

b. Tujuan dan Fungsi
1) Untuk melatih anak didik agar dapat mengemukaakan pendapatnya tentang sesuatu masalah, mempertahankannya dan mengadakan penyesuaian-penyesuaian  pendapat dengan yang lain atas dasar tukar pikiran yang sehat.
2) Untuk melatih anak didik untuk berpikir bersama dalam arti membina kesanggupan dan menerima serta menghargai pendapat orang lain.
3) Metode diskusi mempunyai kemampuan untuk melatih anak didik menggunakan pengetahuan yang dimilikinya guna memecahkan sesuatu masalah yang dihadapinya.

c. Langkah-langkah Penggunaan
1) Memilih dan menetapkan suatu bahan masalah yang pantas untuk didiskusikan. Masalah yang dipilih harus memungkinkan timbulnya beberapa pendapat, harus ada batas-batas kemampuan anak, pemecahannya dan harus mempunyai arti bagi kehidupan anak.
2) Pengajar sebagai pemimpin diskusi memberikan penjelasan- penjelasan tentang masalah yang dijadikan pokok diskusi, sebab- sebab perlunya didiskusikan dan tujuan yang diinginkan  diskusi tersebut.
3) Setelah anak didik memahami duduk masalahnya, maka para anak didik diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya masing-masing.
4) Pengajar sebagai pimpinan diskusi harus mampu mengatur giliran mengemukakan pendapat dari anak didiknya dengan tertib dan mengarahkan pembicaraan
5) Pengajar harus menghimpun persamaan pendapat dari para peserta diskusi, titik perbedaan dan akhirnya membuat suatu kesimpulan. 

d. Kelebihan dan Kelemahan
1) Kelebihan metode diskusi
a) Merangsang  kreativitas anak didik dalam bentruk ide, gagasan-prakarsa dan terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah.
b) Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain
c) Memperluas wawasan
d) Membina untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat dalam memecahakan suatu masalah
2) Kelemahan metode diskusi
a) Pembicaraan terkadang menyimpang sehingga memerlukan waktu yang panjang
b) Tidak dapat dIPSkai pada kelompok yang besar
c) Peserta mendapat  informasi yang terbatas
d) Mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri.

5. Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok adalah suatu metode mengajar dimana siswa di dalam kelas dIPSndang sebagai suatu kelompok. Setiap kelompok dapat terdiri dari 5 atau 7 siswa, mereka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas tertentu. Menurut Robert L. Cilstrap dan William R. Martin (1988:421) mengemukakan “kerja kelompok adalah  kegiatan sekelompok siswa yang biasanya berjumlah kecil, yang diorganisir untuk kepentingan belajar. Keberhasilan kerja kelompok ini menuntut kegiatan yang kooperatif dari berbagai individu tersebut”. Metode kerja kelompok digunakan dalam pembelajaran bermaksud agar siswa mampu bekerja sama dengan teman yang lain dalam mencapai tujuan bersama.

Ptk ips sd kelas 4 lengkap

a. Dasar Pengelompokan Kerja Kelompok Siswa
1) Alat Pelajaran yang tidak Mencukupi Jumlahnya
Karena jumlah alat tidak mencukupi dan agar penggunaan dapat lebih efektif dan efisien, maka siswa dijadikan kelompok-kelompok kecil. Dengan pembagian kelompok mereka dapat memanfaatkan alat alat yang terbatas sebaik-baiknya tanpa saling menunggu giliran.
2) Kemampuan Belajar Siswa
Dalam satu kelas kemampuan belajar siswa satu dengan yang lain saling berbeda. Siswa yang pandai dalam IPS belum tentu sama pandainya dengan mata pelajaran IPS. Dengan adanya perbedaan kemampuan belajar inilah, maka perlu dibentuk kelompok menurut kemampuan belajar masing masing agar setiap siswa dapat belajar sesuai kemampuannya.
3) Minat Khusus
Setiap individu memiliki minat khusus yang perlu dikembangkan. Namun dalam hal tertentu  individu memiliki minat yang sama  dengan yang lainnya. Dengan berdasar kesamaan minat individu inilah memungkinkan dibentuik kelompok agar mereka dapat dibina dan dikembanngkan minat khususnya.

4) Tugas atau Pekerjaan
Di dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas sering banyak materi yang perlu diselesaikan mengingat jumlah jam pelajaran dengan materi pelajaran tidak seimbang. Agar materi yang banyak tersebut dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat dengan tidak mengesampingkan ketajaman materi, maka perlu pemberian tugas atau pekerjaan kepada siswa. Agar siswa dapat memecahkan materi dengan baik, dan tugas tidak memberatkan siswa secara individu maka pemberian tugas dikerjakan dengan cara berkelompok. Dasar inilah yang menjadi pengelompokan siswa. 

b. Langkah-langkah Metode Kerja Kelompok.
Agar metode kerja kelompok dapat lebih berhasil, maka langkah-langkah yang ditempuh antara lain : 
1) Menjelaskan tugas kepada siswa, 
2) Menjelaskan tujuan kerja kelompok, 
3) Membagi kelas menjadi bebeberapa kelompok, 
4) Setiap kelompok menunjuk ketua  dan pencatat untuk membuat laporan, 
5) Guru memantau  selama kerja kelompok berlangsung, jika perlu memberi saran atau pertanyaan, dan 
6) Guru membantu menyimpulkan kemajuan dan menerima hasil kerja kelompok.

c. Kelebihan dan Kelemahan Metode Kerja Kelompok
1) Keuntungan Metode Kerja Kelompok
a) Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan kemampuan bertanya dalam membahas suatu masalah.
b) Dapat memberikan kesempatan secara luas kepada siswa mengenai sesuatu kasus atau masalah.
c) Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan, keterampilan berdiskusi dan rasa menghargai serta menghormati pribadi temannya.
d) Siswa lebih aktif  berpartisIPSsi dalam memecahkan masalah.
e) Guru lebih memperhatikan siswa sebagai individu  serta sebagai  kelompok dalam kebutuhan belajar.
2) Kelemahan Metode Kerja Kelompok
a) Kerja kelompok sering hanya melibatkan siswa yang mampu, karena mereka cakap dalam memimpin dan mengarahkan teman yang kuranng mampu.
b) Metode ini menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan gaya mengajar yang berbeda pula.
c) Keberhasilan metode kerja kelompok tergantung kemampuan siswa dalam meimpin kelompoknya.


Terima kasih telah berkunjung di yang membahas ptk SD meningkatkan Prestasi Belajar IPS  Kelas V. Semoga PTK IPS ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.

Selasa, 08 Agustus 2017

CONTOH PTK IPA KELAS V SD METODE DISKUSI

CONTOH PTK IPA KELAS V SD METODE DISKUSI-Proses Pembelajaran adalah kegiatan yang bernilai edukatif untuk menyusun ptk ipa. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa saat membuat contoh ptk ipa, siswa dengan siswa kelas V SD, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Metode diskusi digunakan dalam menyusun ptk. Harapan yang ada pada setiap guru adalah bagaimana materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami secara tuntas contoh PTK mata pelajaran IPA lengkap.

Untuk memenuhi harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, karena kita sadar bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi minat, potensi, kecerdasan dan usaha siswa itu sendiri. Metode penelitian ptk  menggunakan metode diskusi Dari keberagaman pribadi yang dimiliki oleh siswa tersebut, kita sebagai guru hendaknya mampu memberikan pelayanan yang sama Download ptk bentuk doc, sehingga siswa yang menjadi tanggung jawab kita di kelas itu merasa mendapatkan perhatian yang sama.

PTK dibuat untuk meningkatkan nilai belajar siswa melalui penelitian tindakan kelas ipa. Bagi siswa kelas V SD Untuk memberikan pelayanan yang sama tentunya kita perlu mencari solusi dan strategi yang tepat, sehingga harapan yang sudah dirumuskan dalam setiap Rencana Pembelajaran dapat tercapai. Berdasarkan pengalaman guru contoh ptk ipa SD digunakan sebagai pembanding karya tulis ilmiah

Berdasarkan pengamatan atau observasi pendahuluan yang peneliti lakukan, judul-judul ptk ipa sd kelas I, II, III, ditemukan bahwa siswa Sekolah Dasar Negeri dalam melaksanakan diskusi kelas jarang sekali mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, apalagi mengajukan saran. Karena aktivitas siswa yang rendah itu, hasil belajar yang diperoleh juga menjadi rendah.

Hal ini dapat kita lihat dari nilai rata-rata hasil ujian ptk ipa sd semester ganjil. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran IPA. Guru sering memberikan pelajaran dalam bentuk ceramah dan tanya-jawab, sehingga siswa tidak terangsang untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif.

Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode diskusi dengan percobaan menggunakan pembagian kelompok dengan STAD (Student Team Achievement Divicion) dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi IPA hal ini dapat dilihat dari perstasi siswa baik secara pribadi maupun secara kelompok, dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat ketuntasan semakin meningkat diimbangi dengan meningkatnya rata-rata kelas. .

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel bahasa indonesia yang diberi judul  “Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Ipa menggunakan metode percobaan dan pengelompokan diskusi dengan STAD (Student Team Achievement Divicion) di kelas V SD”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK IPA Kelas V SD lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 007 SD).

CONTOH PTK IPA PDF DOWNLOAD

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah 

UU no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3 menyatakan bahwa ; “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Negara berkembang selalu berusaha untuk mengejar ketinggalannya, yaitu dengan giat melakukan pembangunan di segala bidang kehidupan. Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk mempersiapkan generasi di masa depan, pemerintah selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai cara seperti mengganti kurikulum, meningkatkan 
kualitas guru melalui penataran-penataran atau melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. 

UU No. 20 tahun 2003 mengindikasikan bahwa tugas  yang diemban seorang pendidikan semakin berat, karena guru harus engembangkan potensi dirinya disisi lain harus memberikan pendidikan pada siswanya dan masih ditambah tugas administrasi lainnya. Jika seorang seorang guru atau pendidik tidak berhasil mengembangkan potensi peserta didik maka negara itu tidak akan maju, sebaliknya jika guru atau pendidik berhasil mengembangkan potensi peserta didik, maka terciptalah manusia yang cerdas, terampil, dan berkualitas. 

Suasana belajar mengajar yang diharapkan adalah menjadikan siswa sebagai subjek yang berupaya menggali sendiri, memecahkan sendiri masalah-masalah dari suatu konsep yang dipelajari, sedangkan guru lebih banyak bertindak sebagai motivator dan fasilitator. Situasi belajar yang diharapkan di sini adalah siswa yang lebih banyak berperan (kreatif). Untuk mencapai tujuan ini peranan guru sangat menentukan. Menurut Wina Sanjaya (2006 : 19), peran guru adalah: “Sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, dan evaluator”. Sebagai motivator guru harus mampu membangkitkan motivasi siswa agar aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berhasil dengan baik. Salah satu cara untuk membangkitkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan mengganti cara / model pembelajaran yang selama ini tidak diminati lagi oleh siswa, seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah dan tanya-jawab, model pembelajaran ini membuat siswa jenuh dan tidak kreatif. 

Contoh PTK IPA kurikulum KTSP

Pada Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisoro sejak peneliti mengajar, dalam pembelajaran IPA, peneliti sering menggunakan model pembelajaran ceramah. Model pembelajaran ini tidak dapat membangkitkan aktivitas siswa dalam belajar. Hal ini tampak dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru. Siswa tidak mau bertanya apalagi mengemukakan pendapat tentang materi yang diberikan.

Dengan realitas yang demikian, peneliti berusaha untuk mencarikan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa yaitu model pembelajaran demontrasi dengan pembagian kelompok secara STAD (Student Team Achievement Divicion). Siswa dibagi atas beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang (melihat kondisi siswa di kelas). Dari diskusi yang telah dilaksanakan, ternyata siswa masih kurang mampu dalam mengemukakan pendapat, sebab kemampuan dasar siswa rendah. Dalam bekerja kelompok, hanya satu atau dua orang saja yang aktif, sedangkan yang lainnya membicarakan hal lain yang tidak berhubungan dengan tugas kelompok. Dalam melaksanakan diskusi kelompok, peneliti juga melihat di antara anggota kelompok ada yang suka mengganggu teman karena mereka beranggapan bahwa dalam belajar kelompok (diskusi) tidak perlu semuanya bekerja. Karena tidak semua anggota kelompok yang aktif, maka tanggung jawab dalam kelompok menjadi kurang, bahkan dalam kerja kelompok (diskusi), peneliti juga menemukan ada di antara anggota kelompok yang egois sehingga tidak mau menerima pendapat teman.

Melihat kenyataan-kenyataan yang peneliti temui pada sikap siswa di dalam proses pembelajaran tersebut di atas, peneliti berpendapat bahwa aktivitas siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisoro dalam pembelajaran IPA khususnya materi pola wilayah negara maju dan berkembang sangat kurang. Dalam hal ini peneliti berani mengungkapkan karena memang aktivitas siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisoro masih jauh dari pengertian aktivitas yang diungkapkan dari para ahli, seperti Paul D. Dierich dalam Oemar Hamalik (2001: 173), mengemukakan bahwa jenis aktivitas dalam kegiatan lisan atau oral adalah mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi dan interupsi.
Berdasarkan pengamatan atau observasi pendahuluan yang peneliti lakukan, ditemukan bahwa siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisoro dalam melaksanakan diskusi kelas jarang sekali mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, apalagi mengajukan saran. Karena aktivitas siswa yang rendah itu, hasil belajar yang diperoleh juga menjadi rendah. Hal ini dapat kita lihat dari nilai rata-rata hasil ujian semester genap kelas tahun pelajaran 2007/2008

PTK SD Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran IPA. Guru sering memberikan pelajaran dalam bentuk ceramah dan tanya-jawab, sehingga siswa tidak terangsang untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif.
Berdasarkan pengalaman yang peneliti hadapi di dalam proses pembelajaran IPA  yang tidak aktif maka peneliti berusaha mencarikan model pembelajaran lain, sehingga pembelajaran lebih bermakna dan lebih berkualitas.  

Proses Pembelajaran adalah kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Harapan yang ada pada setiap guru adalah bagaimana materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami secara tuntas. Untuk memenuhi harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, karena kita sadar bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi minat, potensi, kecerdasan dan usaha siswa itu sendiri. Dari keberagaman pribadi yang dimiliki oleh siswa tersebut, kita sebagai guru hendaknya mampu memberikan pelayanan yang sama sehingga siswa yang menjadi tanggung jawab kita di kelas itu merasa mendapatkan perhatian yang sama. Untuk memberikan pelayanan yang sama tentunya kita perlu mencari solusi dan strategi yang tepat, sehingga harapan yang sudah dirumuskan dalam setiap Rencana Pembelajaran dapat tercapai. 

Dari hasil penelitian dan pengalaman mengajar siswa untuk mata pelajaran IPA  di Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisoro, dimana kami telah menggunakan Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) dengan mempergunakan lembar tugas siswa kreatif, disini terlihat keaktifan siswa tapi belum semua siswa berani mengemukakan pendapat atau bertanya,  dari hasil pengamatan kami dalam proses pembelajaran ini disebabkan karena tingkat berpikir siswa yang berbeda-beda, ada yang lambat dan ada yang cepat, sehingga dalam proses pembelajaran masih didominan oleh siswa yang pintar.
Pendidikan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia. Menciptakan manusia yang cerdas dan maju perlu diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan. Mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu guru. Kunci keberhasilan pelaksanaan sangat ditentukan oleh faktor guru sebagai pengelola kegiatan pembelajaran. Namun semua juga tidak terlepas dari kemampuan siswa dari proses pembelajaran berlangsung, dari proses belajar mengajar ini harus kerja sama antara guru dengan murid ini akan menghasilkan hasil yang maksimal dengan meminimalkan kendala yang ada dengan memaksimalkan keunggulan dari keduanya. 

A. Identifikasi Masalah 
Selama pembelajaran berlangsung siswa kelihatan tidak sungguh – sungguh dalam mengikuti pelajaran, kelihatannya diam tetapi diberi pertanyaan sering salah, bahkan sering guru memberi pertanyaan pada akhirnya guru sendiri yang menjawab. Hal tersebut terlihat bahwa pelajaran didominasi oleh guru dan penjelasan guru kurang didukung dengan alat peraga yang sesuai dan menarik perhatian siswa.

Pada umumya siswa sekolah dasar kurang berminat terhadap mata pelajaran IPA karena dianggap sebagai pelajaran yang kurang menyenangkan, akibatnya materi yang sebenarnya mudah menjadi sulit untuk anak seperti materi tentang Negara maju dan berkembang. Berdasarkan latar belakang masalah, dapat diidentifikasi kendala – kendala yang ada di lapangan dalam proses pembelajaran, sehingga prestasi belajar IPA  masih masuk dalam kategori rendah. Adapun kendala – kendala atau masalah yang dimaksud dapat diidentifikasi sebagai berikut : 
1. Siswa mempunyai anggapan bahwa IPA  merupakan mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari. 
2. Siswa tidak berani bertanya dan cenderung pasif. 
3. Motivasi belajar siswa rendah sehingga tidak ada kompetisi antar siswa karena kurang adanya pengakuan bagi siswa yang berprestasi.
4. Guru mendominasi pelajaran 
5. Guru tidak menggunakan metode dan alat peraga yang sesuai.
Berangkat dari masalah – masalah yang sangat mengganggu dan menghambat siswa yang bersangkutan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, maka penulis mengadakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan terhadap mata pelajaran IPA   pada diri siswa.  

B. Perumusan masalah 
Dari identifikasi masalah, diketahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa kurang menguasai materi pelajaran yang diberikan oleh guru. maka dapat dikemukakan analisis pemasalahan sebagai berikut : 
1. Metode yang digunakan guru kurang bervariasi 
2. Pembelajaran berpusat pada guru sehingga siswa kurang bisa menginterprestasikan kemampuannya.
3. Guru sangat dominan sehingga keberhasilan siswa pada saat belajar sangat tergantung kemampuan guru dalam memberikan materi pelajaran. 
4. Urutan konsep pembelajaran yang masih kurang tepat.
5. Kurangnya perhatian siswa ketika pembelajaran berlangsung. 

Berdasarkan identifikasi dan analisis masalah yang menjadi fokus perbaikan maka dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah melalui metode demonstrasi dan diskusi kelompok dengan metode STAD (Student Team Achievement Divicion) dapat meningkatkan prestasi belajar Mata Pelajaran IPA  pada Siswa Kelas V Semester Genap Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisoro Tahun Pelajaran 2007/2008“

C. Tujuan Penelitian 
Dari latar belakang yang telah dikemukakan maka penelitian ini bertujuan untuk : 
1. Mendapatkan cara yang lebih efektif dalam membelajarkan IPA   pada materi mengambar bentuk 
2. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA   khususnya dalam materi Negara maju dan berkembang bentuk melalui penugasan siswa dan penerapan metode demonstrasi. 
3. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA   
4. Membangkitkan minat siswa untuk menyukai mata pelajaran IPA   

C. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan di atas, maka peneliti mengharapkan penilitian ini bermanfaat sebagai berikut:
1. Bagi Siswa
a. Memberikan suasana pembelajaran yang menggairahkan
b. Memupuk pribadi siswa aktif dan kreatif
c. Memupuk tanggung jawab individu maupun kelompok
2. Bagi Guru
a. Mengembangkan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar
b. Melatih guru agar lebih jeli dalam memperhatikan kesulitan belajar siswa
3. Bagi Sekolah
Melahirkan siswa-siswa yang aktif dan kreatif dalam menghadapi permasalahan di lingkungannya.

PTK IPA SD LENGKAP DOCUMENT

BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR 

D. Metode Pembelajaran Demonstrasi
1. Pengertian Metode Demonstrasi 
Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. 

Adapun tujuan dan fungsi dari metode demonstrasi ini adalah :
a. Dengan menggunakan metode demonstrasi diharapkan kita akan dapat menghindari diri dari situasi pengajaran yang verbalistis. Dengan demonstrasi akan memberikan kesan yang baik, mendalam dan gambaran yang lebih jelas dari pada kita menyajiakanhanya dengan uraian kata-kata saja.
b. Dengan menggunakan metode demonstrasi kita memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati sendiri langkah – langkah yang harus dilakukan dalam melakukan sesuatru proses atau sesuatu ketrampilan.
c. Demonstrasi akan menimbulkan hasil yang lebih kuat karena di sini sudah ada unsur penggabungan antara metode ceramah, diskusi dan eksperimen yang lebih efisien karena dilakukan sendiri pembuktiannya oleh guru.
Langkah-langkah Penggunaan Metode Demonstrasi.
a. Memikirkan dan menentukan program demonstrasi yang akan disajkan. Pahami program tersebut sematang mungkin dan coba dahulu sebelum disampaikan kepada siswa.
b. Sampaikan dahulu dengan sejelas mungkin pokok-pokok kegiatan dalam demonstrasi yang akan dilukukan dan apa tujuan dari demonstrasi tersebut dengacara yang menarik hingga timbul keinginan untuk mengetahui dari seluruh siswa yang melihatnya.
c. Siapkan segala peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan demonstrasi dengan seteliti mungkin. Gangguan dari ketidaksiapan peralatan akan mengganggu konsentrasi siswa dan akan melenyapkan minat mereka.
d. Lakukanlah demonstrasi dengan kecepatan yang memungkinkan utuk diikuti oleh daya tangkap dan daya ingat siswa kita.
e. Adakanlah diskusi pendek dengan siswa sebagai langkah untuk mengakhiri demonstrasi dengan tujuan mengevaluasi hasil demonstrasi, apakah cukup dimengerti atau tidak oleh siswa

E. Pembelajaran Cooperatif Model STAD (Student Team Achievement Divicion)
STAD atau dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan dengan Pembagian Prestasi Kelompok Siswa merupakan salah satu model dari Cooperatif Learning (CL). Yang diciptakan oleh Robert E. Sulevin dan koleganya dari Universitas John Hopkins Amerika Serikat. 
STAD terbentuk dari lima komponen, yaitu : 
F. Presentasi klas (class presentations)
G. Tim Belajar (teams)
H. Tes-tes (quizzes)
I. Skor Peningkatan & Individu (Individual Development Score)
Komponen-komponen diatas diterangkan sebagai berikut : 
J. Presentasi Kelas
Materi dalam STAD pada awalnya diperkenalkan dalam presentasi kelas. Presentasi inisering berupa pengajaran langsung atau diskusi-diskusi, ceramah yang dipimpin oleh seorang guru atau presentai melalui penggunaan buku teks, audio visual. Presentasi kelas dalam STAD berbeda dengan pengajaran yang bisa anya, dimana dalam presentasi tersebut  harus betul-betul terfokus pada unit STAD. 
K. Kelompok Belajar 
Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen artinya anggota kelompok terdiri dari prestasi akademik beragam, jenis kelamin, ras atau kesukuan. 
Fungsi dari kelompok adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk menghadapi tes dengan sangat baik. Tiap-tiap kelompok terdiri dari empat atau lima orang siswa dan tiap-tiap kelompok dapat memberikan memberikan nama kelompoknta (misalnya : A, B, C, D dst)

JASA PENYUSUNAN PTK IPA SD KURIKULUM 2013

Setelah guru memberikan materi, anggota kelompok segera bertemu untuk mempelajari materi yang dapat berupa lembar kerja dan didiskusikan secara bersam mengenai masalah bersama, membandingkan jawaban atau mengoreksi kesalahan persepsi.
L. Tes
Setelah satu atau dua tetap muka/presentasi, para siswa mendaatkan tes secara individu dan para siswa (anggota kelompok) tidak dibenarkan memberi pertolongan. Larangan ini untuk menyakinkan bahwa setiap anggota kelompok atau setiap siswa bertanggungjawan secraa individu dari penguasaan materi yang diberikan guru.
M. Nilai 
Skore perbaikan individu iniadalah untuk memberi tiap siswa tujuan prestasi yang bisa  dicapai siswa. Yaitu dengan membandingkan skor perorangan/individu dengan skor dasar. Sehingga siswa dapat melihat skor peningkatan mereka. Skore tim (kelompok) diperoleh dengan menambahkan skore peningkatan semua anggota dalam suatu kelompok. 
N. Penghargaan Tim (kelompok)
kelompok belajar akan mendapatkan penghargaan, misalnya sertifikat pujian diharapkan kelompok lain tentang kehebatannya, jika nilai rata-rata mereka melebihi kriteria  tertentu. 

O. Persiapan menggunakan Model STAD 
Siapkan materi untuk prsentasi kelas, materi-materi tersebut dapat berupa LKS, lembar jawaban dari LKS, alat evaluasi dst. 
2. Tentukan Kelompok
Tiap kelompok terdiri dari 4 atau lima yang mewakili satu contoh yang presentatif di kelas, yang meliputi : 
a. Ras atau suku
b. Agama
c. Jenis kelamin
d. Prestasi akademik meliputi prestasi tinggi, sedang dan rendah
Kelompok belajar ditetapkan oleh guru dan jangan dibiarkan siswa memilihnya.. menetapkan siswa untuk kelompok. 

Terima kasih telah berkunjung di yang membahas Contoh PTK Ipa kelas V SD Metode Diskusi. Semoga PTK IPA ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.

Senin, 07 Agustus 2017

CONTOH PTK MATEMATIKA KELAS 6 SD DOC LENGKAP

CONTOH PTK MATEMATIKA KELAS 6 SD DOC LENGKAP-Pemilihan judul ptk ini berdasarkan atas pengalaman dalam membuat blog penelitian tindakan kelas di lapangan bahwa prestasi belajar Matematika siswa kelas VI SD nilai rata-ratanya masih berkisar 5,8. Kenyataan ini menunjukkan masih rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran Matematika sehingga dibutuhkan contoh PTK Matematika. Berdasarkan kenyataan tersebut maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu upaya yang ditempuh adalah dengan diterapkannya ptk model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan soal cerita dalam membaca gambar atau denah berskala.

PTK Metamatika dalam format Doc menjadi rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Bagaimanakah cara meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD melalui model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil dalam menyelesaikan soal cerita tentang membaca gambar atau denah berskala?  Pada mapel matematika kelas 6 SD semester 1.

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan dapat pula meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar, serta dapat memperoleh cara yang efektif dalam menentukan hasil pengukuran dan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sarana pembelajaran pada pokok bahasan membaca gambar atau denah berskala dalam menyelesaikan soal cerita.

Metode penelitian tindakan kelas ini ditempuh dalam tiga siklus. Contoh PTK matematika kelas VI SD pada setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. PTK metematika sd lengkap memuat tindakan dalam setiap siklus dilakukan dengan cara guru memberikan tugas berupa materi pelajaran untuk dipelajari secara mandiri, diringkas dan didiskusikan dengan kelompok belajarnya dengan dipandu tutor sebayanya. Adapun yang menjadi subjek penelitian tindakan kelas adalah siswa kelas VI SD.

Dengan mendownload contoh ptk SD kelas 6 lengkap dalam format doc maka dapat diambil kesimpulan bahwa melalui model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil, kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat dan bekeja sama dalam setiap kelompoknya dapat ditingkatkan. Penelitian tindakan kelas matematika berhasil diterapkan pada siswa kelas 6 SD. Selain itu peran tutor sebaya merupakan teman bekerja sekaligus teman belajar sehingga dapat menambah keberanian siswa dalam bertanya, dan mengerjakan tugas guru di depan kelas.

PTK matematika format pdf dan doc bisa anda dapatkan disini. Serta ketrampilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita menunjukkan kemajuan yang cukup baik. Sehingga hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan penelitian bahwa hasil belajar yang diperoleh siswa kelas VI SD pada pokok bahasan membaca gambar atau denah berskala nilai rata-ratanya meningkat menjadi berkisar 8,11. Saran, Model Pembelajaran Tutor Sebaya dalam Kelompok Kecil yang diterapkan guru dapat meningkatkan hasil belajar siswa, maka pada proses pembelajaran bisa menggunakan Model Pembelajaran Tutor Sebaya dalam Kelompok Kecil.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel Metematika yang diberi judul  “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD dalam Menyelesaikan Soal Cerita Tentang Membaca Gambar atau denah Berskala melalui Model Pembelajaran Tutor Sebaya dalam Kelompok Kecil ”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK Matematika Kelas VI SD lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 042 SD).

Contoh PTK Matematika bab I

A. Latar Belakang Masalah

Kenyataan yang ada pada saat ini, masih banyak siswa sekolah dasar yang belum mempunyai keterampilan membaca gambar atau denah berskala khususnya ptk lengkap bentuk document. Masih banyak juga siswa yang belum memahami cara menyelesaikan soal-soal cerita yang berhubungan dengan satuan panjang dan luas pada denah berskala.

Maka minat siswa perlu dibangkitkan dalam proses pembelajaran matematika dengan variasi belajar yang menarik, agar nantinya siswa dapat menyelesaikan soal dengan benar. Siswa diajak belajar di luar kelas untuk dikenalkan pada lingkungan sekitar sebagai obyek pembelajaran. Misalnya siswa diberi tugas melalui kelompok-kelompok kecilnya untuk mengukur halaman sekolah. Dengan dipandu tutor sebayanya, kemudian siswa diharapkan mampu menggambar halaman sekolah dengan denah berskala. Download contoh ptk.

Proses pembelajaran matematika pada pokok bahasan tersebut selama ini belum memperoleh hasil yang memuaskan, rata-rata berkisar 5,8. Nilai tersebut perlu ditingkatkan melalui penerapan atau praktik langsung pada benda-benda konkret dan siswa sering diberi latihan soal-soal cerita yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. ptk lengkap pdf Siswa diberi cara atau langkah-langkah menyelesaikan soal cerita dengan benar. Serta diberi pengertian bahwa antara luas pada denah berskala, berbeda dengan luas sebenarnya. Download ptk sd

Sehubungan dengan itu dari sekian banyak soal-soal latihan yang diberikan guru, pada bagian ini masih banyak siswa yang belum memahami dan mengalami kesulitan untuk menghitung luas bangun pada denah dengan bangun sebenarnya, terutama dalam menyelesaikan soal cerita pada denah berskala. Maka peneliti mempunyai alasan untuk terus mencari cara-cara yang baik dan benar dalam menyelesaikan soal cerita. ptk sd kelas VI pdf Dengan demikian, nantinya siswa benar-benar memahami cara menyelesaikan soal cerita dengan benar, yakni dari apa yang diketahui, apa yang ditanyakan dan apa jawaban soal tersebut, yang akhirnya siswa mampu menuliskan hasil akhir soal tersebut. ptk sd kelas 6 semester ganjil dan semester genap.

1. Memungkinkan siswa mempraktikkan langsung pada benda-benda konkret yang ada di sekolah, terutama pada pokok bahasan membaca denah berskala.
2. Memanfaatkan lingkungan sekolah ini sebagai obyek pembelajaran, yang selama ini masih jarang digunakan oleh kebanyakan guru, mereka hanya terfokus pada verbalisme.
3. Siswa diajak terampil menyelesaikan soal-soal cerita dengan langkah yang benar, agar dapat menerapkan di kehidupan mendatang.
4. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar/prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika melalui model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Bagaimanakah cara meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD melalui model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil dalam menyelesaikan soal cerita tentang membaca gambar atau denah berskala?

BACA Juga

DOWNLOAD CONTOH PTK MATEMATIKA SD LENGKAP


C. Tujuan Penelitian

1. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD  melalui model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil dalam menyelesaikan soal cerita tentang membaca gambar atau denah berskala.
2. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar.
3. Untuk memperoleh cara yang lebih efektif dalam menerapkan model pembelajaran “Tutor sebaya dalam Kelompok Kecil” dan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sarana pembelajaran.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Bagi Siswa
a. Diharapkan nilai siswa semakin bertambah download lengkap ptk sd.
b. Diharapkan siswa mampu menerapkan prinsip-prinsip kerjasama dalam kelompoknya.
c. Dimungkinkan siswa dapat mempelajari materi secara mandiri ptk matematika lengkap.
d. Memupuk rasa persatuan antar anggota kelompok dengan dipandu tutor sebaya ptk sd kelas VI doc.

2. Manfaat Bagi Guru
a. Meningkatkan kreativitas guru dalam membuat ptk metmatika lengkap pengembangan materi pelajaran.
b. Guru bertindak sebagai nara sumber dalam proses belajar mengajar contoh lengkap matematika.
c. Guru lebih memahami kemampuan siswa dalam menyusun PTK Matematika Kelas 6 kelompoknya.
d. Menciptakan daya saing dalam mengerjakan tugas guru melalui tutor sebaya kelompok belajarnya.

3. Manfaat Bagi Sekolah
a. Menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang bervariasi.
b. Siswa-siswa lebih mandiri dalam mengikuti proses belajar mengajar.
c. Menciptakan sekolah sebagai pusatnya Ilmu Pengetahuan.
d. Mengenalkan pada siswa tentang lingkungan sekolah sebagai obyek pembelajaran.

Download PTK Kelas 6 SD Lengkap

Untuk membantu mengatasi berbagai persoalan tentang metode kependidikan dan pengajaran yang efektif, maka peneliti mengajak untuk mengingat kembali apa sebenarnya pengertian belajar itu. menurut contoh ptk matematika. “Belajar merupakan proses perubahan tingkah siswa akibat adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan, kemauan, minat, sikap, kemampuan untuk berfikir logis, praktis dan kritis”. 

Selain itu belajar juga dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu dan belajar merupakan proses pengembangan pengetahuan. Download PTK Sebagai upaya untuk mencapai suatu perubahan, kegiatan belajar itu sendiri harus dirancang sedemikian rupa sehingga seluruh siswa menjadi aktif, dapat merangsang daya cipta, rasa dan karsa. 

Dalam hal ini, para siswa tidak hanya mendengarkan atau menerima penjelasan guru secara sepihak, tetapi dapat pula melakukan aktivitas-aktivitas lain yang bermakna dan menunjang proses penyampaian yang dimaksud. Misalnya melakukan percobaan, membaca buku, bahkan jika perlu siswa-siswa tersebut dibimbing menemukan masalah dan sekaligus mencari upaya-upaya pemecahannya. PTK matematika lengkap

Seperti uraian di atas bahwa seseorang yang sudah melakukan belajar mengalami perubahan tingkah laku. Menurut Rochman Natawijaya (1984:13) memaparkan tentang ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar adalah sebagai berikut.

Terima kasih telah berkunjung diblog yang membahas Contoh PTK Matematika Kelas 6 SD Doc Lengkap. Semoga PTK matematika ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.

Kamis, 27 Juli 2017

DOWNLOAD PTK PKN KELAS 6 UNTUK KENAIKAN PANGKAT

DOWNLOAD PTK PKN KELAS 6 UNTUK KENAIKAN PANGKAT-Halo pembaca! berjumpa kembali bersama blog ptk milik saya okelah kalau begitu langsung cussss saja kita bahas PTK untuk kenaikan pangkat pada kesempatan kali ini  kami suguhkan kepada bapak-bapak atau ibu-ibu guru tercinta yang membutuhkan download ptk kelas 6 SD. Ketika bapak ibu guru semua ingin menyusun karya tulis ilmiah penelitian tindakan kelas dibutuhkan Contoh proposal PTK sebagai bahan yang digunakan untuk pembanding penelitian yang anda lakukan. Karya tulis ilmiah dibutuhkan sebagai syarat untuk bapak ibu guru naik pangkat. Khususnya bagi guru kelas 6 SD bisa mengambil bahan dari mata pelajaran yang di ajarkan salah satunya mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) yang diajarkan pada siswa-siswi bapak ibu semu.

Masalah terbesar dalam pembuatan PTK adalah kurangnya guru dalam menghargai kualitas dan bukan sekedar kuantitas. Masa-masa di mana anda melakukan penelitian tindakan kelas. Proposal PTK IPS MTS diperlukan pertama kali sebagai acuan kerangka dasar penelitan tindakan kelas smp yang akan anda susun. Anda bisa memesan kepada kami melalui situs kami.

Pada umumnya seorang guru yang membuat proposal PTK mempunyai kelemahan dalam mendapatkan referensi-referensi yang berkaitan dengan penelitian. Padahal intinya Proposal penelitian tindakan kelas haruslah dibuat disesuaikan dengan kebutuhan kelas agar anak didik anda bisa menjadi lebih baik bukan berdasarkan materi yang anda kejar.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel PKn yang diberi judul  “Penggunaan Alat Peraga Skema Struktur Pemerintahan Pusat Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran Pkn pada Siswa Kelas VI Semester 1 SD ”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK Pkn Kelas V SD lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 037 SD).

Menyusun PTK Kenaikan Pangkat

BAB I
PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang Masalah 

Pendidikan nasional bertujuan untuk mecerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat. Sedangkan pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan bertujuan untuk membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. Ini berarti bahwa pembangunan mempunyai jangkauan yang luas dan jauh. Berhasil tidaknya program pembangunan faktor manusia memegang peranan yang sangat penting. Untuk pembangunan ini diperlukan manusia yang berjiwa pemikir, kreatif dan mau bekerja keras, memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta memiliki sifat positif terhadap etos kerja.
Sekolah sebagai tempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangt penting dan menonjol dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu pendidikan di sekolah memegang peranan penting dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal seperti yang diharapkan. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan. Dalam proses belajar mengajar tersebut guru menjadi pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar. 
Menurut Syah (1998) ditemukan bahwa penguasaan guru tentang metode pengajaran masih berada  dibawah standar. Maka guru merasa tergugah untuk memperbaikinya melalui peningkatan penguasaan metode mengajar.
Pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya di samping aspek nilai dan moral banyak memuat materi sosial dan bersifat hafalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk hafalan. Sifat materi pelajaran Pendidikan kewarganegaraan tersebut membawa konsekuensi terhadap proses belajar mengajar yang didominasi oleh pendekatan ekspositoris, terutama guru menggunakan metode ceramah maupun tanya  jawab terjadi dialog imperatif. Padahal dalam proses belajar mengajar keterlibatan siswa secara totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran dan psikomotor (keterampilan, salah satunya sambil menulis). Jadi dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mengajak siswa untuk mendengarkan, menyajikan media yng dapat dilihat, memberi kesempatan untukmenulis dan mengajukan pertanyaan atau tangapan, sehingga terjadi dialog kreatif yang menunjukkan proses belajar mengajar yang interaktif.
Sebagai seorang guru yang professional hendaknya dapat memilih dan menerapkan metode yang efektif agar materi yang dipelajari oleh siswa dapat dipahami dengan baik serta dapat meningkatkan prestasi belajar. 

PTK PKn Kelas 6 SD

Penguasaan siswa Sekolah Dasar  terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih kurang karena menurut data terakhir semester I daya serap siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan pada materi sistem pemerintahan RI hanya 75%, berdasarkan data tersebut maka guru akan mencari masalah-masalah yang mengganggu dan menghambat penguasaan siswa terhadap mata pelajaran tersebut sehingga dapat meningkatkan penguasaan materi dan hasil belajar siswa, perbaikan pembelajaran bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PGSD 4412) pada program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka.
Susunan laporan ini berdasarkan catatan yng dibuat ketika merancang kegiatan perbaikan serta selama pelaksanaan, observasi dan diskusi yang dilakukan dalam 2 siklus penelitian tindakan kelas untuk mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan di kelas VI, maka laporan ini disusun dengan sistematika secara garis besar meliputi Pendahuluan, perencanaan perbaikan, pelaksanaan, temuan dan kesimpulan.


A. Identifikasi Masalah 

Proses belajar mengajar kelas VI Sekolah Dasar  Pendidikan Kewarganegaraan dalam materi pelajaran materi sistem pemerintahan RI perjuangan dalam 2 kali ulangan rata – rata hanya 5 siswa dari 14 siswa yang mencapai penguasaan materi sebesar 7,75% ke atas. Selama pembelajaran berlangsung siswa tidak termotivasi untuk penjelasan guru karena guru dalam mengajar tidak melibatkan siswa secara aktif, bahkan sering guru memberi pertanyaan pada akhirnya guru sendiri yang menjawab. Hal tersebut terlihat bahwa pelajaran didominasi oleh guru dan penjelasan guru kurang didukung dengan metode yang sesuai dan menarik perhatian siswa.

B. Analisis Masalah 

Dari latar belakang dapat ditarik analisa masalah pada umumya siswa sekolah dasar kurang berminat terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan karena dianggap sebagai pelajaran yang membosankan karena harus membaca dan menghafalkan materi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti meminta bantuan supervisor untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi dengan supervisor terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu : 
1. Siswa mempunyai anggapan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang membosankan untuk dipelajari 
2. Siswa tidak berani bertanya dan cenderung pasif 
3. Pengetahuan dan informasi yang diterima siswa masih sebatas produk hafalan
4. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
5. Guru sering tidak menggunakan metode pembelajaran yang sesuai 
6. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru 
Berangkat dari masalah – masalah yang sangat mengganggu dan menghambat siswa yang bersangkutan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, maka guru mengadakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan terhadap mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan pada diri siswa

PTK Kenaikan Pangkat dan Golongan

C. Rumusan Masalah

Atas dasar temuan pada latar belakang masalah, identifikasi rmasalah dan analisa masalah itu, penulis dapat merumuskan masalah dalam pembelajaran yaitu: Bagaimana upaya perbaikan pembelajaran PKN dengan alat peraga skema struktur pemerintah pusat pada siswa kelas III semester I SD ?  

D. Tujuan Perbaikan 

Dari latar belakang yang telah dikemukakan maka penelitian ini bertujuan untuk : 
1. Mendeskripsikan  cara yang lebih efektif dalam membelajarkan Pendidikan Kewarganegaraan pada materi sistem pemerintahan RI 
2. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan khususnya dalam materi sistem pemerintahan RI dengan  menggunakan alat peraga gambar skema struktur pemerintahan pusat ? 
3. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  

E. Manfaat Perbaikan 

Proses penulisan laporan dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan dalam pembelajaran. Langkah menemukan masalah dilanjutkan dengan mengidentifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, kemudian merencanakan PTK dalam bentuk perbaikan, melakukan tindakan, mengamati dan melakukan refleksi. Adapun manfaat dari perbaikan pembelajaran adalah : 
4. Bagi siswa adalah dapat memahami materi pokok yang diajarkan 
5. Bagi pembelajaran guru adalah mempunyai kemampuan melakukan langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas (PTK), sehingga guru dapat membiasakan diri melakukan perbaikan pembelajaran di dalam kelas untuk mencapai ketuntasan belajar siswa 
6. Bagi sekolah adalah dapat meningkatkan kualitas sekolah di masyarakat sehinga sekolah   dapat berkembang  secara dinamis seiring kebutuhan masyarakat luas    


Terima kasih telah berkunjung diblog yang membahas Download PTK PKn Kelas 6 untuk kenaikan pangkat. Semoga PTK pendidikan kewarganegaraan ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.

Rabu, 26 Juli 2017

DOWNLOAD CONTOH PTK PKN SD LENGKAP WORD GRATIS

DOWNLOAD CONTOH PTK PKN SD LENGKAP WORD GRATIS-Selamat malam pembaca ketemu lagi dengan blog ini. Pembahasan kali ini masih berhubungan dengan Penelitian Tindakan Kelas atau biasa disebut PTK, Dalam menyusun laporan PTK word topik atau materi haruslah kita ketahui, Dalam tulisan kali ini kita akan membahas contoh laporan PTK mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) jenjang SD sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan peningkatan kualitas pendidikan,  sehingga dirasa perlu mengupayakan metode belajar yang mendukung untuk meningkatkan prestasi siswa. Dengan banyaknya konsep yang mengemukakan tentang keuntungan-keuntungan dalam penerapan metode ptk diskusi, maka penulis merasa perlu melakukan penelitian tindakan kelas ini.

Penelitian PTK SD bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan metode diskusi yang diterapkan dalam mendownload PTK dan bagaimana prestasi siswa sebelum dan sesudah diberlakukan metode diskusi serta ada tidaknya pengaruh yang signifikan dalam penerapan metode diskusi terhadap hasil belajar PKN pada siswa,  Bagaimana model peningkatan prestasi dari pelaksanaan metode diskusi.

Contoh PTK Word menggunakan analisis data secara kualitatif dengan metode siklus, Download PTK PKn menggunkan tiga siklus, yang mana dalam setiap siklus penelitian terdapat refleksi yang dimaksudkan untuk menggali strategi penyusunan alternatif penyempurnaan, guna penyempurnaan di tahap berikutnya. Gratis PTK dengan membaca di blog ini.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel PKn yang diberi judul  “Dengan Penerapan Metode Diskusi Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Siswa Kelas 5 Semester Genap SD”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK Pkn Kelas V SD lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 017 SD).


PTK PKN SD KELAS V PDF DOWNLOAD

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Ilmu pendidikan atau disebut sebagai pedagogic dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan merenungkan tentang konsep-konsep dalam mendidik. Istilah pedagigic berasal dari pedagogia yang berarti pergaulan dengan anak-anak (Purwanto, 1998).  Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat diambil suatu pengertian bahwa ilmu pendidikan selalu memerlukan inovasi-inovasi konsep yang mengarah pada peningkatan kualitas anak didik. dibutuhkan  download ptk Dalam hal ini, ilmu pendidikan mensyaratkan adanya penelitian dan penemuan yang reliabel atau handal untuk memaksimalkan hasil pendidikan.

Menurut Barnadib (1984) dalam ilmu pendidikan dibedakan menjadi empat, yaitu ilmu pendidikan teoretis, ilmu pendidikan praktis, ilmu pendidikan sistematis dan ilmu pendidikan historis. Ilmu pendidikan teoretis memberikan renungan teoretis yang tersusun, teratur, dan logis tentang masalah dan ketentuan pendidikan. Ilmu ini memiliki titik tolak pada praktek pendidikan menuju pemikiran sistematis dan mengenal juga persoalan-persoalan yang bersifat filosofis yang berhubungan dengan pendidikan. Menggunakan Ilmu pendidikan untuk laporan ptk kelas V praktis memberikan pemikiran tentang masalah dan ketentuan pendidikan yang langsung ditujukan pada perbuatan mendidik. Ilmu ini menempatkan diri dalam situasi pendidikan dan mengarah pada perwujudan atau realisasi ide-ide pendidikan. Istilah lain adalah mengarah pada teknis pendidikan. Ilmu pendidikan sistematis memberikan pemikiran secara tersusun dan lengkap tentang masalah pendidikan. Ilmu ini lebih membahas secara umum, abstrak dan obyektif tentang masalah pendidikan. laporan ptk pkn gratisIlmu pendidikan historis memberikan uraian teoretis tentang sistem-sistem pendidikan sepanjang jaman dengan melihat latar belakang kebudayaan dan filosofi yang berpengaruh pada masa tertentu.  Ilmu pendidikan historis ini dianggap memiliki hubungan timbal-balik yang paling kuat dengan ilmu pendidikan sistematis.

Apabila dikaitkan dengan peningkatan kualitas dalam pendidikan, maka terdapat kaitan yang jelas anatara ilmu pendidikan teoretis, praktis, historis, dan sistematis. download contoh ptk pdf Untuk memaksimalkan kualitas anak didik diperlukan suatu teknik atau metode yang paling sesuai dengan kondisi siswa. Untuk menemukan metode ini, diperlukan suatu konsep sistematis yang dapat digali dari pengalaman atau histori pada masa lampau serta konsesp-konsep atau ide-ide sistematis yang mendukung. Ide-ide atau teori tidak akan dapat diaplikasikan secara maksimal tanpa metode pendidikan atau teknik yang tidak mendukung ptk pkn lengkap dalam proses belajar mengajar.
Dengan menyadari keterkaitan yang cukup kuat antara aspek teknis (praktis), teoretis, dan ilmu pendidikan sistematis ini, maka dapat dikatakan  bahwa metode atau cara dalam teknik pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menyusun laporan penelitian tindakan kelas word diperhatikan guna mendukung kualitas yang maksimal dan mendukung ilmu pendidikan sistematik secara umum.

Dalam konsep “Model of School Learning”, Carol (1963) mengemukakan suatu konsep yang memberikan garis besar faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan pelajar dalam kegiatan belajar di sekolah. Konsep Carol diperoleh melalui penelitian-penelitian modern, dengan hasil yang menyatakan bahwa ptk pkn kelas 5 sekolah dasar dalam kondisi belajar tertentu di sekolah, waktu yang benar-benar digunakan untuk belajar dan waktu yang dibutuhkan siswa merupakan fungsi karakteristik individu dan pengajaran yang diberikan pada siswa. Waktu yang digunakan ditentukan oleh jumlah waktu yang diinginkan siswa untuk melibatkan diri dalam belajar (yaitu ketekunannya) dan keseluruhan waktu yang diizinkan. Waktu belajar yang dibutuhkan siswa ditentukan oleh bakat kemampuannya terhadap tugas, oleh mutu pengajaran ptk pkn, dan kemampuannya menangkap pelajaran pelajaran yang ia dapat (Block, 1971:6). Konsep Carol ini dijelaskan lebih lanjut, yaitu bahwa mutu pengajaran yang dihadapi pelajaran dan kemampuannya dalam menangkap pelajaran berinteraksi pada perluasan waktu download ptk sd terbaru yang ia butuhkan berdasarkan bakat kemampuannya untuk menguasai pelajaran itu. Jika siswa memiliki bakat bakat yang tinggi dan pengajaran dilakukan dengan mutu pengajaran yang bagus, maka waktu yang dibutuhkan akan lebih sedikit. 

PTK Kurikulum K13

Pada dasarnya kurikulum K13 pkn SD, konsep Carol lebih mengedepankan waktu belajar yang disesuaikan dengan bakat siswa dan mutu pengajaran untuk mencapai hasil maksimum pemahaman siswa. Jelas terlihat bahwa bakat untuk menerima pelajaran dan metode pendidikan yang bagus sebagai faktor yang mempengaruhi efisiensi waktu belajar yang efektif, yang pada akhirnya adalah menuju kualitas penerimaan siswa yang terbaik. Beberapa usaha yang dilakukan untuk meningkatkan penerimaan materi pelajaran pkn kelas 5 SD siswa tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kelompok belajar (study group)
Kelompok yang terdiri dari beberapa anak melakukan diskusi untuk memecahkan masalah bersama. Diskusi merangsang siswa untuk berfikir kreatif bersama dalam memecahkan masalah download contoh ptk pkn gratis. Rangsangan berfikir ini yang menjadi fokus tujuan utama dalam mekanisme belajar kelompok siswa
2. Tutorial
Tutor memberikan bantuan satu-persatu. Tutor sebaiknya bukan guru kelas, dengan tujuan untuk memberikan metode baru yang mungkin lebih sesuai dengan kondisi siswa atau untuk memberikan suasana baru dalam laporan PTK.
3. Buku latihan (work book) dan satuan pengajaran (programmed instruction units). Pengajaran ini tepat untuk kebutuhan yang bersifat latihan (drill), pemahaman melalui langkah-langkah kecil, terutama untuk fase-fase awal.
4. Audio visual dan permainan akademik
Audio berarti suara, dan visual dalah gambaran. Dengan kata lain, audio visual adalah gambaran hidup yang menggunakan suara seperti film. Alat ini hanya diperlukan dalam kondisi tertentu saja. 
Keseluruhan bentuk tersebut adalah untuk meningkatkan mutu pengajaran dalam hubungannya dengan kemampuan pelajar untuk menangkap apa yang disampaiakan oleh pengajar.

PTK PKn SD Kelas 5 Lengkap

Metode diskusi merupakan suatu cara lain dalam belajar-mengajar, dimana guru bisa membuat PTK dalam bentuk word, bahkan antar siswa terlibat dalam suatu interaksi secara aktif dan timbal balik dari dua arah (two ways of Communication), baik dalam perumusan masalah, penyampaian informasi, pembahasan maupun dalam pengambilan kesimpulannya digunakan sebagai contoh PTK Pkn.  Pada dasarnya metode diskusi menggunakan langkah-langkah cara pemecahan masalah (problem solving approach). Menurut John Dewey (dalam Loree, 1970: 438) dalam proses belajar dengan konsep problem solving unutk menyusun PTK akan berlangsung hal-hal sebagai berikut:

1. Menyadari adanya masalah. Individu menyadari adanya masalah ketika mereka dihadapkan pada suatu kondisi keraguan dan kekaburan, sehingga muncul adanya kesulitan-kesulitan
2. Menegaskan dan merumuskan masalah. Individu mengeplotkan dimana letak sumber-sumber kesulitan tersebut untuk mencari kemungkinan pencarian jalan keluar. Mereka akan menetapkan bagian-bagian persoalan yang ada dengan menggunkan konsep-konsep atau dalil dalil tertentu seperti dalam teori yang didapat.
3. Mencari fakta dan merumuskan hipotesis.  Individu menghimpun berbagai informasi yang relevan, termasuk bagaimana pengalaman orang lain dalam menghadapi pemecahan masalah yang serupa. Kemudian, mereka akan mengidentifikasikan berbagai alternatif kemungkinan berbagai pemecahan yang dapat dirumuskan sebagai jawaban sementara atau hipotesis
4. Mengevaluasi alternatif pemecahan yang dikembangkan. Setiap alternatif pemecahan akan diperhitungkan untung-ruginya. Selanjutnya adalah dilakukan langkah pengambilan alternatif yang dipandang paling mungkin (feasible) dan menguntungkan.
5. Melakukan pengujian atau verifikasi secara eksperimental, atau uji coba. Alternatif pemecahan yang dipilih akan di uji dengan berbagai cara termasuk dengan membandingkan fakta-fakta lain atau dengan konsep-konsep yang relevan.
Dengan demikian, proses belajar-mengajar mata pelajaran PKn Kelas 5 SD yang merupakan kondisi tertinggi dalam proses ini sangatlah penting, akan tetapi hanya mungkin dilakukan apabila proses fundamental belajar lainnya telah dikuasai.

Dalam konteks upaya untuk peningkatan kualitas belajar-mengajar, SDN telah mencobakan metode diskusi secara periodik dalam rangka menggali metode yang efektif  Penerapan ini dilakukan khususnya dalam berbagai session mata pelajaran PKN pada siswa kelas 5 semester genap, untuk meningkatkan mutu belajar siswa. Hasil penerapan metode ini di nilai sabagai bahan ptk lengkap mapel PKn, dan dibandingkan dengan hasil sebelum diterapkannya metode diskusi tersebut. 

Hal ini merupakan strategi sebagai upaya mengembangkan konsep belajar-mengajar yang reliabel dalam meningkatkan kualitas siswa. Strategi yang reliabel akan diperoleh dengan (Newman dan Logan 1971: 8):
1. Mengidentifikasi dan menetapkan  spesifikasi dan kualifikasi hasil yang harus dicapai dan menjadi target usaha, dengan mempertimbangkan respon.  Terkait dengan hal ini, salah satu target dalam studi PKN adalah siswa mampu melakukan analisis terhadap permasalahan yang terkait dengan konsep yang diberikan, yang dapat ditingkatkan melalui diskusi
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang paling sesuai guna mencapai sasaran. Dalam hal ini, hipotesis peneliti adalah diskusi merupakan suatu langkah yang perlu dicobakan secara intensif. Salah satu alasan dilakukannya penelitian adalah guna mempertimbngkan apakan metode diskusi benar-benar reliabel bagi siswa kelas 5 Semester genap SDN atau tidak, dan untuk mengukur seberapa efektifnya.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah mana yang harus ditempuh sejak titik awal sampai kepada titik akhir dimana tercapainya sasaran tersebut. Konsep ini menyarankan bagaimana langkah-langkah teknis yang harus ditempuh.PTK Pkn SD Semester 2
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur dan patokan yang digunakan dalam mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha tersebut. Tolok ukur dalam penelitian dilakukan dengan memperhitungkan secara akurat hasil yang diperoleh berdasarkan prestasi siswa. 

B. Identifikasi Masalah
Berkaitan dengan ilmu pendidikan teknis untuk mencapai kualitas siswa yang maksimum, salah satu pendekatan yang digunakan adalah metode diskusi dalam study group. Study group dipandang sebagai salah satu cara untuk merangsang kreatifitas siswa dalam memecahkan masalah pelajaran. Diskusi tersebut merupakan langkah dalam mendukung kemampuan menguasai materi, sebagai fungsi untuk meminimalkan waktu belajar yang efektif. Permasalahan yang muncul adalah apakah studi group dengan mekanisme diskusi tersebut sesuai untuk setiap siswa di semua sekolah atau tidak, dan model diskusi bagaiman yang paling efektif, khususnya untuk siswa kelas 5 semester genap di SDN.

CONTOH DOWNLOAD PTK PKN SD SEMESTER 2

C. Perumusan Masalah dan Pemecahannya
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang dikemukakan tersebut, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana pelaksanaan metode diskusi untuk siswa kelas 5 Semester genap SDN 
2. Bagaimana prestasi siswa sebelum dan sesuadah diberlakukan metode diskusi?
3. Adakah pengaruh download ptk semester 2 yang signifikan dalam penerapan metode diskusi siswa dengan prestasi belajar PKN siswa?
4. Bagaimana model peningkatan prestasi dari pelaksanaan metode diskusi?

D. Contoh download ptk sd 
Adapun tujuan dari penelitian ini sesuai dengan perumusan masalah yang disusun, yaitu:
1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan metode diskusi untuk siswa kelas 5 Semester genap SDN 
2. Untuk mengetahui bagaimana prestasi siswa sebelum dan sesudah diberlakukan metode diskusi.
3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan dalam penerapan metode diskusi terhadap hasil belajar PKN siswa.
4. Untuk mengetahui bagaimana model peningkatan prestasi dari pelaksanaan metode diskusi.

E. Manfaat download ptk pkn word gratis
Hasil penelitian ini dikembangkan dengan mencermati aspek kualitatif dan kuantitatif, yang diharapkan akan mampu memberikan manfaat dalam beberapa aspek, yaitu:
1. Aspek keilmuan
Hasil penelitian diharapkan mampu menunjukkan bagaimana rumusan besarnya pengaruh diskusi dalam study group secara ilmiah dan beralasan dalam mendukung konsep metode pengajaran praktis di sekolah, khususnya dalam mata pelajaran PKN
2. Aspek praktis
Hasil penelitian mampu menunjukkan arti penting metode diskusi dalam study group bagi guru terkait di sekolah, khususnya untuk studi PKN, serta untuk siswa
a. Untuk guru: memberikan gambaran seberapa efektif diskusi yang diterapkan dalam mempengaruhi prestasi PKN siswa, sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memperbaiki mekanisme diskusi yang diterapkan serta pengalokasian waktu yang tepat sesuai kebutuhan. 
b. Untuk siswa: hasil penelitian tidak secara langsung berpengaruh pada siswa, akan tetapi lebih berkenaan dengan efek dari konsep yang diterapkan dan diyakini guru, sehingga prestasi siswa dapat ditingkatkan.


Terima kasih telah berkunjung diblog yang membahas Download Contoh PTK PKn SD Lengkap Gratis. Semoga PTK pendidikan kewarganegaraan ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.